Posko tersebut berfungsi sebagai pusat monitoring arus kapal dan penumpang secara real time, sekaligus sarana koordinasi cepat apabila terjadi potensi gangguan operasional.

Yusida M. Palesang menambahkan bahwa sinergi lintas instansi, termasuk dengan TNI/Polri, KSOP, Basarnas, operator kapal, dan pemangku kepentingan lainnya, berjalan efektif selama periode Nataru.

“Koordinasi lintas instansi berjalan efektif, baik dalam aspek keselamatan pelayaran, pengamanan pelabuhan, maupun penanganan kondisi darurat. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna jasa,” ujarnya.

Pelindo Regional 4 menyatakan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dinamika operasional selama periode H-15 hingga H+13. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam menghadapi periode puncak angkutan berikutnya.

“Keberhasilan Nataru ini adalah hasil kerja bersama seluruh insan Pelindo dan stakeholder. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem pelayanan dan operasional agar pelabuhan di Regional 4 semakin andal sebagai gerbang maritim Indonesia timur,” tukas Abdul Azis.

Dengan capaian tersebut, Pelindo Regional 4 menegaskan komitmennya sebagai penyedia layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati”. (*)

YouTube player