KALLA Raih Dua Penghargaan Nasional TOP DIGITAL Awards 2025
“Keamanan informasi merupakan prasyarat utama dalam membangun kepercayaan dan menjamin keberlanjutan bisnis digital,” tegas Razmal.
Ke depan, CICT KALLA akan memfokuskan strategi digital pada tiga pilar utama, yakni standarisasi best practice, penguatan keamanan siber, serta adopsi teknologi baru. Isu keamanan data akan menjadi prioritas utama, mencakup infrastruktur, aplikasi, hingga tata kelola data perusahaan.
“Pada 2026, kami akan lebih menekankan peningkatan awareness keamanan data di internal perusahaan. Hal ini krusial karena berkaitan langsung dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Risiko kebocoran data tidak hanya berdampak pada sanksi, tetapi juga dapat merusak reputasi perusahaan,” ungkapnya.
Selain itu, KALLA juga mulai bersiap menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan, termasuk potensi penerapan agentic AI yang diproyeksikan mulai berkembang di Indonesia pada 2026.
Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja secara proaktif berdasarkan tujuan pengguna dan terintegrasi lintas proses serta aplikasi.
“Kami akan menjajaki penerapan agentic AI dalam sistem internal KALLA. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran bahwa teknologi akan terus berubah, sehingga penguatan core competency dan budaya berpikir kritis menjadi kunci,” kata Razmal.
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, CICT KALLA juga berencana meluncurkan platform AI internal dalam waktu dekat dengan jaminan pengelolaan data sepenuhnya berada di pusat data milik KALLA.
Tata kelola adopsi teknologi akan diterapkan secara ketat guna memastikan keamanan, keberlanjutan, serta nilai bisnis jangka panjang bagi perusahaan. (*)








Tinggalkan Balasan