RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Komitmen KALLA dalam menjalankan transformasi digital secara konsisten dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

KALLA berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP DIGITAL Awards 2025, yakni TOP Digital Implementation 2025 #Stars 4 serta TOP CIO on Digital Implementation 2025 yang dianugerahkan kepada Indra Permana selaku Chief of Process & Digitalization KALLA.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan KALLA mengimplementasikan transformasi digital yang terintegrasi untuk mendukung keunggulan operasional dan daya saing bisnis jangka panjang.

Dalam ajang ini, KALLA mengusung tema “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”, yang menegaskan arah strategis perusahaan dalam memadukan tata kelola teknologi informasi, keamanan siber, dan inovasi digital sebagai fondasi pertumbuhan di tengah dinamika industri.

Corporate Information & Communication Technology (CICT) KALLA, Razmal Djamal, menyampaikan bahwa transformasi digital yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga pada ketahanan bisnis jangka panjang.

“Transformasi digital KALLA diarahkan untuk memastikan daya saing jangka panjang sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal,” ujar Razmal.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil dari investasi berkelanjutan dan kerja keras seluruh tim teknologi informasi di lingkungan KALLA, serta dukungan penuh manajemen perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa kapabilitas IT KALLA telah berada pada standar nasional. Ini penting untuk membangun kepercayaan, baik di internal perusahaan maupun dari para pemangku kepentingan eksternal,” jelasnya.

Dalam perjalanan transformasi digital tersebut, KALLA menempatkan keamanan siber sebagai salah satu pilar utama.

Sejak 2023, KALLA telah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022 dan mengadopsi framework NIST v2 sebagai acuan penguatan sistem keamanan informasi.

Pada 2024, KALLA juga membentuk Departemen Cyber Security & Research, membangun Computer Incident Response Team (CIRT), serta melakukan asesmen kepatuhan terhadap regulasi Pelindungan Data Pribadi (PDP).

“Keamanan informasi merupakan prasyarat utama dalam membangun kepercayaan dan menjamin keberlanjutan bisnis digital,” tegas Razmal.

Ke depan, CICT KALLA akan memfokuskan strategi digital pada tiga pilar utama, yakni standarisasi best practice, penguatan keamanan siber, serta adopsi teknologi baru. Isu keamanan data akan menjadi prioritas utama, mencakup infrastruktur, aplikasi, hingga tata kelola data perusahaan.

“Pada 2026, kami akan lebih menekankan peningkatan awareness keamanan data di internal perusahaan. Hal ini krusial karena berkaitan langsung dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Risiko kebocoran data tidak hanya berdampak pada sanksi, tetapi juga dapat merusak reputasi perusahaan,” ungkapnya.

Selain itu, KALLA juga mulai bersiap menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan, termasuk potensi penerapan agentic AI yang diproyeksikan mulai berkembang di Indonesia pada 2026.

Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja secara proaktif berdasarkan tujuan pengguna dan terintegrasi lintas proses serta aplikasi.

“Kami akan menjajaki penerapan agentic AI dalam sistem internal KALLA. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran bahwa teknologi akan terus berubah, sehingga penguatan core competency dan budaya berpikir kritis menjadi kunci,” kata Razmal.

Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, CICT KALLA juga berencana meluncurkan platform AI internal dalam waktu dekat dengan jaminan pengelolaan data sepenuhnya berada di pusat data milik KALLA.

Tata kelola adopsi teknologi akan diterapkan secara ketat guna memastikan keamanan, keberlanjutan, serta nilai bisnis jangka panjang bagi perusahaan. (*)

YouTube player