“Kami melihat banyak sekali sektor kerjasama strategis yang bisa dibangun dengan KALLA mulai dari portofolio bisnis energi terbarukan KALLA khususnya Hydro Energy dimana Kanada adalah salah satu produsen energi hidroelektrik terbesar di Dunia. Kami juga tertarik menjajaki sektor investasi, minyak dan gas, pertambangan, teknologi pertanian hingga pertukaran karyawan dan beasiswa pendidikan,” ungkap Jess Dutton.

KALLA sedang fokus untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) melalui proyek pengembangan listrik tenaga air. Selain itu, KALLA juga meningkatkan bisnis pertambangan yang mencakup layanan angkutan pertambangan melalui Kalla Lines, khususnya untuk nikel dan batubara.

Di sektor pengolahan nikel, KALLA memiliki Bumi Mineral Sulawesi yang terdiri dari Smelter Ferro Nickel dan Smelter Nickel Sulfat Battery Grade.

YouTube player