Usai prosesi pelepasan, jajaran direksi dan manajemen InJourney Airports juga naik ke atas kapal untuk menyapa langsung para pemudik sekaligus memastikan seluruh peserta telah mendapatkan fasilitas perjalanan dengan baik.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan bahwa pemilihan transportasi laut dilakukan karena mayoritas peserta mudik berasal dari wilayah tujuan di Pulau Jawa.

“Terkait transportasi yang disediakan itu dari Pelni, karena rata-rata pulang ke Jawa semua khususnya untuk angkutan laut,” ujarnya kepada Rakyat.News.

Menurutnya, penggunaan transportasi udara untuk jumlah peserta yang besar dinilai kurang memungkinkan sehingga jalur laut menjadi pilihan paling realistis.

“Jika menggunakan transportasi udara secara massal tentunya tidak memungkinkan, makanya kami ambil transportasi laut,” jelasnya.

Minggus menambahkan bahwa di beberapa daerah lain dalam program Mudik Gratis BUMN, moda transportasi yang digunakan juga beragam, termasuk kereta api.

“Untuk di Makassar kami menggunakan kapal laut, tapi khusus di beberapa daerah itu ada menggunakan kereta,” katanya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas transportasi gratis bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan pengalaman mudik yang lebih tertata dan terorganisir.

“Melalui program ini, Angkasa Pura menghadirkan layanan perjalanan yang terintegrasi dan terkoordinasi secara profesional, tidak hanya dalam penyediaan sarana transportasi, tetapi juga dalam menciptakan pengalaman mudik yang lebih tertata dan memperkuat semangat kebersamaan bagi seluruh peserta,” jelas Minggus.

Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 menjadi salah satu kontribusi Badan Usaha Milik Negara dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (*)

YouTube player