RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Sebanyak 400 warga diberangkatkan mudik gratis dari Makassar menuju Surabaya melalui jalur laut dalam program “Mudik Aman Berbagi Harapan 2026” yang digelar oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin.

Program tersebut merupakan bagian dari Mudik Gratis Bersama BUMN 2026, yang bertujuan membantu masyarakat pulang ke kampung halaman secara aman, nyaman, dan tertib menjelang Hari Raya Idulfitri.

Para peserta mudik diberangkatkan menggunakan KM Labobar milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dengan rute dari Makassar menuju Surabaya.

Prosesi pelepasan dilakukan di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada pukul 14.00 WITA. Kapal dijadwalkan bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 16.00 WITA.

Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia, Adi Nugroho, mengatakan program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat agar dapat berkumpul bersama keluarga saat momentum hari raya.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan program Mudik Gratis Bersama BUMN 2026, InJourney Airports menghadirkan program Mudik Aman Berbagi Harapan bersama Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Sultan Hasanuddin,” ujar Adi Nugroho.

Ia berharap keberangkatan ratusan pemudik tersebut dapat berjalan lancar sehingga para peserta dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Melalui keberangkatan 400 peserta rute Makassar–Surabaya ini, kami berharap perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Kami juga mengapresiasi seluruh panitia dan para pemangku kepentingan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.

Salah seorang peserta mudik gratis, Anggi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara karena dapat pulang kampung tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang biasanya meningkat menjelang Lebaran.

Usai prosesi pelepasan, jajaran direksi dan manajemen InJourney Airports juga naik ke atas kapal untuk menyapa langsung para pemudik sekaligus memastikan seluruh peserta telah mendapatkan fasilitas perjalanan dengan baik.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan bahwa pemilihan transportasi laut dilakukan karena mayoritas peserta mudik berasal dari wilayah tujuan di Pulau Jawa.

“Terkait transportasi yang disediakan itu dari Pelni, karena rata-rata pulang ke Jawa semua khususnya untuk angkutan laut,” ujarnya kepada Rakyat.News.

Menurutnya, penggunaan transportasi udara untuk jumlah peserta yang besar dinilai kurang memungkinkan sehingga jalur laut menjadi pilihan paling realistis.

“Jika menggunakan transportasi udara secara massal tentunya tidak memungkinkan, makanya kami ambil transportasi laut,” jelasnya.

Minggus menambahkan bahwa di beberapa daerah lain dalam program Mudik Gratis BUMN, moda transportasi yang digunakan juga beragam, termasuk kereta api.

“Untuk di Makassar kami menggunakan kapal laut, tapi khusus di beberapa daerah itu ada menggunakan kereta,” katanya.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas transportasi gratis bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan pengalaman mudik yang lebih tertata dan terorganisir.

“Melalui program ini, Angkasa Pura menghadirkan layanan perjalanan yang terintegrasi dan terkoordinasi secara profesional, tidak hanya dalam penyediaan sarana transportasi, tetapi juga dalam menciptakan pengalaman mudik yang lebih tertata dan memperkuat semangat kebersamaan bagi seluruh peserta,” jelas Minggus.

Program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026 menjadi salah satu kontribusi Badan Usaha Milik Negara dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. (*)

YouTube player