“Berdasarkan data yang kami peroleh, terdapat beberapa kabupaten dan kota yang harga di tingkat konsumennya berada di atas Harga Eceran Tertinggi Minyak Kita. Kami ingin berkoordinasi dan melihat langsung bagaimana harga yang dikeluarkan oleh distributor, apakah masih ada margin dan profit yang memungkinkan untuk tingkat ritel,” jelas Gokma.

Setelah berdialog dengan pihak distributor, Gokma menyebutkan bahwa masih terdapat ruang margin keuntungan dalam rantai distribusi.

Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intens antara distributor dan pedagang ritel agar penjualan kepada konsumen tetap berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat, jika menemukan harga yang tidak sesuai ketentuan, dapat melaporkannya kepada Satgas Saber Daerah, baik melalui Polda, Polres, maupun Dinas Ketahanan Pangan Provinsi serta kabupaten dan kota,” tegasnya.

Ia berharap, melalui pemantauan langsung ini, tidak terjadi gejolak harga pangan di tengah masyarakat selama Ramadan maupun pada hari besar keagamaan lainnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Penanggung Jawab PT Mitra Abadi Jaya Sukses, Ramli Malik, mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan pengawasan harga pangan.

Ia berharap sidak serupa juga dilakukan terhadap distributor lainnya agar pengawasan berlangsung merata dan tidak ada pihak yang memanfaatkan momentum untuk memainkan harga.

Ramli menegaskan bahwa distribusi minyak goreng merek Minyak Kita yang dilakukan perusahaannya sejauh ini telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, kenaikan harga di tingkat ritel dimungkinkan terjadi akibat pasokan dari distributor lain, termasuk dari Pulau Jawa, yang memiliki struktur harga berbeda.

“Kami berharap pengawasan ini dilakukan secara menyeluruh, sehingga bisa terlihat secara objektif sumber kenaikan harga di lapangan,” ujarnya.

Pemantauan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Saber Diskrimsus Polda Sulsel yang diwakili Kepala Unit (Kanit) 3 Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sulsel selaku Satgas Pangan Polda Sulsel, AKP Jabbar.

YouTube player