Ketiga, penguatan mitigasi risiko dan perlindungan konsumen melalui pengawasan mandiri di internal industri jasa keuangan, sebagai upaya pemberantasan praktik keuangan ilegal dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.

Keempat, penguatan kegiatan sosial, keagamaan, dan kebersamaan melalui program kemanusiaan, penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera, peringatan hari besar keagamaan secara bersama, kegiatan bakti sosial di wilayah terdampak bencana, serta agenda seni dan olahraga seperti Porseni guna memperkuat solidaritas dan ikatan kekeluargaan antar insan industri jasa keuangan.

Perwakilan pengurus FKIJK Sulselbar menegaskan bahwa forum NGOBRAS menjadi momentum awal penyamaan persepsi lintas lembaga dalam menyongsong tahun 2026.

“Kegiatan NGOBRAS ini adalah langkah awal yang sangat penting. Melalui dialog informal namun substantif ini, kita dapat menyamakan persepsi agar seluruh kebijakan yang diambil oleh masing-masing lembaga jasa keuangan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah di Sulselbar pada tahun 2026 ini,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Selain pembahasan agenda strategis, pertemuan tersebut juga diisi dengan sesi ramah tamah antar pengurus sebagai upaya mempererat hubungan kelembagaan.

Solidaritas antara OJK Sulsel Sulbar dan industri jasa keuangan diyakini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat peran sektor keuangan sebagai pilar utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (*)

YouTube player