APPBI DPD Sulselbar Gelar MUSDA 2026, Ricky Theodores Kembali Terpilih Pimpin Organisasi
“Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat meningkatkan customer journey dan customer experience saat masyarakat berbelanja di properti masing-masing,” tambahnya.
Alphonzus Widjaja turut menyoroti posisi strategis pusat perbelanjaan sebagai fasilitas publik yang tidak hanya berperan dalam sektor perdagangan, tetapi juga memiliki fungsi sosial, budaya, edukasi, hingga kesehatan. Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong pusat perbelanjaan agar berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsumsi masyarakat disebut masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan sektor ritel dan pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 57 persen.
Oleh karena itu, APPBI bersama pemerintah mendorong berbagai program nasional, seperti Indonesia Shopping Festival, Indonesia Great Sale, Bina Diskon, dan program lainnya untuk menggerakkan konsumsi masyarakat.
Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dari DPP APPBI karena pertumbuhan ekonominya secara konsisten berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, tingkat okupansi pusat perbelanjaan di wilayah ini dinilai sangat tinggi, hampir mencapai 100 persen, serta didukung tingginya minat peritel nasional untuk berekspansi ke Sulawesi.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 ditutup dengan agenda pemilihan ketua. Dalam forum tersebut, Ricky Theodores kembali terpilih sebagai Ketua DPD APPBI Sulselbar untuk periode 2026–2029.
Selain itu, Michael Rambi yang menjabat General Manager Trans Studio Mall Makassar ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPD APPBI Sulselbar periode yang sama.
Prosesi pelantikan Ketua DPD APPBI Sulselbar terpilih dilakukan langsung oleh Ketua DPP APPBI Alphonzus Widjaja sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan dan komitmen bersama dalam memajukan industri pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Melalui MUSDA ini, APPBI DPD Sulselbar diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi strategis antara pengelola pusat perbelanjaan dan para pemangku kepentingan, serta berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas industri ritel di kawasan Sulawesi. (*)








Tinggalkan Balasan