“Saat ini pembangunan fasilitas breeding masih dalam proses, dengan kapasitas awal direncanakan mencapai 500 ekor day old chick (DOC) per pekan. Produksi DOC ditargetkan meningkat menjadi 1.000 ekor per pekan pada September 2026,” jelas Prof. Syahdar Baba.

Secara keseluruhan, program kolaborasi antara Unhas dan Pemerintah Kabupaten Barru ini menargetkan peningkatan pendapatan bagi sekitar 150 rumah tangga rentan miskin yang tersebar di wilayah Kabupaten Barru.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, menyampaikan bahwa pelaksanaan program akan dikawal secara intensif oleh tim teknis khusus yang telah disiapkan oleh dinas terkait. Pendampingan ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Barru, Syahrir, S.Pt., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendamping lapangan melalui pelatihan yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan introduksi teknologi kepada rumah tangga penerima manfaat sangat bergantung pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat dan konsisten.

Ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan teknis dan penerapan SOP yang baik, capaian program berpotensi tidak optimal dan sulit berkelanjutan. (*)

YouTube player