OJK: Perbankan Sulsel Catat Aset Rp214 T, Syariah Melonjak hingga 22 Persen
Perbankan syariah juga menunjukkan akselerasi signifikan. Total aset tumbuh 22,38 persen (yoy) menjadi Rp21,81 triliun.
DPK meningkat 20,64 persen menjadi Rp14,66 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 23,69 persen (yoy) menjadi Rp17,58 triliun.
Tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada 119,94 persen dengan Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,72 persen.
“Capaian tersebut mencerminkan daya tahan sektor jasa keuangan yang tetap kuat dan adaptif menghadapi tantangan eksternal maupun domestik,” tutup Muchlasin.
Ia menilai sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan telah berperan bukan hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
OJK Sulselbar, lanjutnya, akan terus memperkuat pengawasan, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta mendorong intermediasi yang sehat agar sektor jasa keuangan tetap mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah secara optimal. (*)








Tinggalkan Balasan