Ia menambahkan, mitigasi risiko menjadi aspek krusial dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Penguatan kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat, termasuk melalui Indonesia Anti-Scam Center, disebut sebagai bagian dari strategi antisipatif regulator.

“Terutama bagaimana juga mengantisipasi berbagai risiko yang muncul dari digitalisasi tersebut. Itu kebijakan digital yang sekarang kita sudah punya, Indonesia Anti-Scam Center. Itu juga bermula dari mimpi juga, punya visi,” tegasnya.

PIDI diharapkan menjadi wadah strategis untuk memastikan setiap inovasi di sektor jasa keuangan tetap menerapkan prinsip tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta pelindungan konsumen yang optimal. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan bertanggung jawab.

Program DIGDAYA berperan sebagai tahap penguatan melalui mentoring, pembekalan, serta penguatan jejaring dengan industri agar solusi yang lahir memiliki kesiapan implementasi dan daya saing tinggi.

Sementara Hackathon 2026 menjadi ruang experimentation innovation yang mendorong kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan nasional melalui solusi berbasis teknologi secara terstruktur.

Kegiatan ini juga menjadi momentum dimulainya registrasi kompetisi Hackathon 2026 yang terbuka untuk kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.

Sebanyak 1.300 peserta mengikuti rangkaian kegiatan, terdiri atas mahasiswa dari berbagai universitas, pesantren, komunitas digital dan inovasi, serta pelaku usaha jasa keuangan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua Asosiasi APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

Melalui inisiasi PIDI – DIGDAYA x Hackathon 2026, OJK dan BI berharap dapat menghadirkan ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia, bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran, membangun jejaring, serta menguji ide secara nyata guna memperkuat sistem keuangan digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)

YouTube player