“Kegiatan operasional pelabuhan memiliki tingkat risiko yang tinggi, mulai dari aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, hingga lalu lintas kapal dan kendaraan di kawasan pelabuhan. Karena itu, implementasi K3 di Pelindo bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi menjadi budaya kerja yang harus diinternalisasi oleh seluruh insan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Yusida, Pelindo Regional 4 terus memperkuat penerapan K3 melalui pelatihan rutin, simulasi tanggap darurat, inspeksi berkala, serta penerapan standar keselamatan berbasis sistem manajemen terintegrasi.

“Pesan yang disampaikan Sekda Sulsel sangat relevan bagi kami. Investasi pada pencegahan, baik melalui pelatihan, peralatan keselamatan, maupun pengawasan, jauh lebih efektif dibandingkan harus menghadapi dampak kecelakaan kerja. Prinsip inilah yang terus kami dorong di seluruh wilayah kerja Pelindo Regional 4,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa komitmen terhadap K3 sejalan dengan transformasi Pelindo sebagai operator pelabuhan kelas dunia yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, dan pelayanan prima.

Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan instansi dan perusahaan sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan lingkungan dan keberlanjutan.

Yusida M Palesang turut menerima bibit pohon tersebut sebagai representasi dukungan Pelindo terhadap pelestarian lingkungan sekaligus penciptaan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui partisipasi dalam Upacara Bulan K3 Nasional 2026 ini, Pelindo Regional 4 kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan serta mendukung terciptanya ekosistem industri yang aman dan produktif di Sulawesi Selatan. (*)

YouTube player