“UMKM Kabupaten Maros saat ini berjumlah sekitar 30 ribu unit. Saya terus mendorong masyarakat untuk berkembang melalui sektor UMKM. Seminar seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuka wawasan pelaku usaha agar UMKM tetap mampu bersaing,” ujar Chaidir Syam.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Minggus Gandeguai menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menggerakkan perekonomian di sekitar kawasan bandara.

“Strategi kolaborasi antar-stakeholder harus dilakukan bersama-sama untuk menghidupkan perekonomian di area sekitar bandara, salah satunya melalui penguatan UMKM,” kata Minggus.

Ia juga mengingatkan para pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk, sehingga jangkauan pasar dapat semakin luas dan berkelanjutan.

Melalui Seminar dan Talkshow Injourney Airports UMKM Naik Kelas ini, PT Angkasa Pura Indonesia berharap para pelaku UMKM memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif untuk mengembangkan usaha mereka, sekaligus mendorong UMKM Kabupaten Maros agar mampu naik kelas dan berdaya saing. (*)

YouTube player