“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa magang tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja dan pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman yang kuat terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Ini adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua,” jelas Rinto.

Menurutnya, pembekalan K3 sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin serta meningkatkan kesadaran terhadap risiko kerja pada mahasiswa, yang kelak menjadi modal penting ketika mereka memasuki dunia kerja secara profesional.

Dalam kegiatan fire briefing tersebut, para peserta menerima materi mengenai potensi sumber kebakaran di area pelabuhan, pengenalan sistem proteksi kebakaran, jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), serta tata cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan simulasi singkat mengenai tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di lingkungan kerja.

Salah satu mahasiswa magang Pelindo Regional 4, Lutvi Prastiwi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai fire briefing ini memberikan pemahaman yang sangat penting, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali terjun ke lingkungan kerja pelabuhan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami risiko yang ada di pelabuhan dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat. Fire briefing ini membuat kami merasa lebih aman dan siap selama menjalani program magang di Pelindo,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 berharap para mahasiswa magang dapat menjalani aktivitas pemagangan dengan lebih aman, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus turut mendukung terciptanya budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan pelabuhan. (*)

YouTube player