RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat fungsi intermediasi perbankan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) terus berjalan aktif dan terjaga, tercermin dari tingginya rasio penyaluran kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 124,14 persen hingga November 2025.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa tingginya LDR tersebut menunjukkan perbankan di Sulampua secara optimal menyalurkan kredit dan pembiayaan kepada masyarakat, meskipun di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

“Kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Sulampua hingga November 2025 masih terjaga stabil, terutama dari sektor perbankan yang terus menjalankan fungsi intermediasinya,” ujar Muchlasin.

Secara umum, kinerja perbankan di Sulampua tetap berada dalam kondisi solid. Pada posisi November 2025, total aset perbankan tercatat tumbuh sebesar 4,26 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp572,44 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulampua tumbuh sebesar 5,86 persen menjadi Rp362,46 triliun. Struktur DPK masih didominasi oleh tabungan dengan porsi sebesar 58,83 persen, diikuti giro sebesar 22,16 persen, dan deposito sebesar 19,02 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan di Sulampua hingga November 2025 tercatat tumbuh 4,05 persen (yoy) dengan total kredit mencapai Rp449,98 triliun. Portofolio kredit didominasi oleh kredit konsumtif dengan porsi 52,06 persen, sedangkan kredit produktif mencapai 47,94 persen.

OJK mencatat, pertumbuhan kredit relatif tertahan akibat adanya kontraksi pada segmen kredit modal kerja. Kendati demikian, kualitas aset perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,99 persen, masih di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

YouTube player