RAKYAT.NEWS, MAROS – Aktivitas lalu lintas udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terpantau relatif stabil sepanjang periode Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 hingga 31 Desember 2025.

Data yang dihimpun manajemen bandara menunjukkan pergerakan pesawat mengalami kenaikan tipis, sementara jumlah penumpang dan kargo tercatat fluktuatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

PGS Branch Communication & CSR Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengungkapkan bahwa berdasarkan pembaruan data per 31 Desember 2025, jumlah pergerakan pesawat tercatat sebanyak 169 pergerakan, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 162 pergerakan.

Namun, dari sisi jumlah penumpang, terjadi sedikit penurunan. Pada 31 Desember 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 20.427 orang, lebih rendah dibandingkan 20.809 penumpang pada periode yang sama tahun 2024.

Sementara itu, volume kargo justru menunjukkan peningkatan signifikan, dari 211.647 kilogram pada 2024 menjadi 281.169 kilogram pada 2025.

“Selama puncak arus Nataru hingga akhir 31 Desember 2025, operasional bandara berjalan normal dan terkendali. Pergerakan pesawat relatif meningkat, meskipun jumlah penumpang mengalami penyesuaian,” ujar Taufan dalam keterangannya.

Secara akumulatif, data rekapitulasi periode 15 hingga 31 Desember 2025 juga memperlihatkan tren serupa. Total pergerakan pesawat selama periode tersebut mencapai 3.775 pergerakan, meningkat dibandingkan 3.719 pergerakan pada periode yang sama tahun 2024.

Untuk jumlah penumpang, tercatat sebanyak 493.508 penumpang sepanjang 15–31 Desember 2025, sedikit menurun dibandingkan 498.164 penumpang pada 2024. Volume kargo juga mengalami penurunan dari 5.064 ton pada 2024 menjadi 4.776 ton pada 2025.

Selama periode Nataru, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga melayani sebanyak 70 penerbangan tambahan (extra flight) yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air, Batik Air, dan Lion Air.

Extra flight tersebut melayani sejumlah rute, di antaranya Makassar–Biak, Makassar–Timika, Makassar–Nabire, Makassar–Sorong, Makassar–Denpasar, dan Makassar–Cengkareng.

Adapun rute dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode Nataru hingga 31 Desember 2025 masih didominasi rute Makassar–Cengkareng dengan total 124.604 penumpang, disusul rute Makassar–Surabaya sebanyak 55.778 penumpang dan Makassar–Kendari dengan 32.615 penumpang.

Manajemen bandara memastikan seluruh layanan operasional, keamanan, dan keselamatan penerbangan selama periode Nataru berjalan sesuai prosedur, dengan dukungan lintas instansi guna memastikan kelancaran arus penumpang hingga penutupan tahun 2025. (*)

YouTube player