Abdul Azis menambahkan bahwa melalui penataan ini, Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja memiliki identitas resmi, alur kerja yang jelas, serta pengawasan yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” katanya.

Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa penataan akan mencakup pendataan ulang tenaga kerja, penyusunan SOP, keseragaman atribut petugas, serta pengawasan bersama KSOP.

“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Yusida menegaskan bahwa seluruh proses dilaksanakan dengan pendekatan persuasif.

“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari agenda transformasi pelayanan publik berbasis profesionalisme, ketertiban, serta modernisasi sistem layanan kepelabuhanan. (*)

YouTube player