RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Masifnya perdagangan sejumlah negara Asia Timur, khususnya Jepang, di Amerika Serikat (AS) sekitar tahun 1980, menjadi cikal bakal kebijakan naiknya tarif impor yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump, pada Rabu (2/4/2025)

Pada tahun itu, Jepang melancarkan pemasaran produk elektronik hingga mobil di AS, yang menyebabkan perekonomian mereka melesat. Sementara AS, dilanda kebangkrutan.

“Selama itu pula, dunia telah menertawakan para politisi AS,” tulis Trump dalam tulisan panjang di New York Times edisi 2 September 1987, mengutip CNBC Indonesia.

Trump mengatakan, pengenalan tarif pada produk impor akan meningkatkan industri produksi AS, melindungi pekerjaan, meningkatkan pendapatan pajak dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dia mengatakan tarif akan secara signifikan meningkatkan pendapatan negara.

Dengan kebijakan ini, AS sebagai salah satu pasar ekspor utama mampu memberikan dampak signifikan. “Kebijakan ini secara khusus memukul produk-produk yang selama ini bersaing ketat dengan barang produksi lokal AS, seperti barang elektronik, mesin, bahan kimia, kosmetik, obat-obatan, besi, baja, serta sejumlah besar produk pertanian,” kata Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, Kamis (3/4/2025), mengutip Kompas.

YouTube player