RAKYAT.NEWS, JAKARTA – Kebijakan kenaikan tarif impor sebesar 32 persen untuk Indonesia oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut bakal memberi dampak yang begitu besar terhadap perekonomian, khususnya bagi eksportir.

“Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami,” kata Presiden AS, Donald Trump saat mengumumkan kebijakan baru itu, mengutip bbc.com.

Tingginya tarif ekspor yang diteken oleh Trump, bakal berdampak pada tajamnya lonjakan biaya ekspor bagi produsen.

“Kebijakan ini secara khusus memukul produk-produk yang selama ini bersaing ketat dengan barang produksi lokal AS, seperti barang elektronik, mesin, bahan kimia, kosmetik, obat-obatan, besi, baja, serta sejumlah besar produk pertanian,” kata Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, Kamis (3/4/2025), mengutip Kompas.

Dampak dari kebijakan ini, kata Josua, bakal sangat signifikan karena AS merupakan salah satu pasar ekspor utama. “Terutama untuk produk tekstil, alas kaki, elektronik, dan produk pertanian tertentu.”

Kenaikan tarif ini merupakan landasan strategi ekonomi utama Trump. Dia memulihkan neraca perdagangan AS dan mengurangi kesenjangan antara penjualan AS ke negara lain yang dibeli dari negara lain dan penjualan AS ke negara lain.

Pada 2024, AS mengalami defisit perdagangan lebih dari USD 900 miliar. “Kami telah ditipu selama beberapa dekade oleh hampir setiap negara di Bumi, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi,” kata Trump kepada Kongres AS pada 4 Maret.

Trump mengatakan, pengenalan tarif pada produk impor akan meningkatkan industri produksi AS, melindungi pekerjaan, meningkatkan pendapatan pajak dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Dia mengatakan tarif akan secara signifikan meningkatkan pendapatan negara.

YouTube player