Magang atau Perbudakan? Banyak yang Tertipu Lembaga Abal-Abal!
RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – Banyak anak muda bercita-cita bekerja di luar negeri melalui program magang profesional di hotel berbintang atau industri internasional lainnya. Sayangnya, tidak sedikit yang justru terjebak dalam program abal-abal yang menjanjikan magang, tetapi berujung eksploitasi tenaga kerja dengan upah rendah, jam kerja berlebihan, dan perlakuan tidak manusiawi.
Jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya! Berikut adalah tanda-tanda lembaga magang abal-abal yang perlu Anda waspadai.
1. Biaya Pendaftaran yang Tidak Masuk Akal
Lembaga terpercaya akan transparan mengenai biaya pelatihan dan pengurusan keberangkatan. Jika ada lembaga yang meminta biaya besar tanpa penjelasan jelas atau rincian tertulis, waspadalah! Ini bisa jadi modus penipuan.
2. Tidak Ada Kontrak Kerja yang Jelas
Magang profesional di luar negeri harus disertai dengan kontrak kerja yang mengatur hak dan kewajiban peserta. Jika Anda hanya diberikan janji lisan atau dokumen yang tidak sah, Anda bisa saja dieksploitasi tanpa perlindungan hukum.
3. Jam Kerja dan Beban Tugas Berlebihan
Magang seharusnya menjadi pengalaman belajar, bukan kerja rodi! Jika program yang ditawarkan mengharuskan Anda bekerja di luar batas wajar tanpa kompensasi yang sesuai, itu adalah tanda eksploitasi tenaga kerja.
4. Tidak Memiliki Kemitraan dengan Perusahaan Resmi
Lembaga pelatihan yang kredibel memiliki jaringan kemitraan dengan hotel atau perusahaan ternama di luar negeri. Jika lembaga tidak bisa menunjukkan daftar mitra resmi mereka, ada kemungkinan besar program tersebut tidak valid.
5. Tidak Ada Alumni yang Berhasil
Salah satu indikator keberhasilan program magang adalah banyaknya alumni yang berhasil berkarier di luar negeri. Jika lembaga tersebut tidak bisa menunjukkan bukti nyata kesuksesan alumninya, sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum bergabung.

Tinggalkan Balasan