RAKYAT.NEWS, MAROS – Pergerakan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, menunjukkan tren pertumbuhan pada awal tahun 2026.

Sepanjang Januari 2026, jumlah penumpang tercatat mencapai 814.964 orang atau meningkat 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang pada Januari 2025 tercatat sebanyak 791.375 orang.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan mobilitas udara di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengatakan peningkatan ini menjadi indikator optimisme terhadap pergerakan transportasi udara di awal tahun.

“Awal tahun ini membuat kami optimis bahwa pergerakan lalu lintas udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus tumbuh,” ujar Minggus, Minggu (15/2/2026).

Dari total 814.964 penumpang pada Januari 2026, pergerakan masih didominasi oleh rute domestik dengan jumlah 782.576 penumpang. Sementara itu, rute internasional mencatatkan 32.388 penumpang.

Tidak hanya dari sisi penumpang, peningkatan juga terjadi pada pergerakan pesawat.

Sepanjang Januari 2026, tercatat 6.547 pergerakan pesawat atau naik sekitar 10 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebanyak 5.947 pergerakan.

Lonjakan pergerakan ini turut ditopang oleh tingginya trafik pada sejumlah rute favorit.

Tiga rute dengan jumlah penumpang terbanyak selama Januari 2026 yakni rute Makassar–Soekarno Hatta (Cengkareng) dengan 206.766 penumpang, disusul Makassar–Juanda Surabaya sebanyak 92.082 penumpang, serta Makassar–Haluoleo Kendari dengan 54.225 penumpang.

Manajemen bandara menilai tren pertumbuhan di awal tahun ini menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas operasional dan pelayanan, sekaligus memperkuat konektivitas udara dari dan menuju kawasan Indonesia Timur sepanjang 2026. (*)