RAKYAT.NEWS, MAKASSARLembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla melalui Program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus pendapatan petani di desa-desa binaan sepanjang tahun 2025.

Program ini menjadi salah satu program unggulan LAZ Hadji Kalla yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi komoditas lokal.

Sepanjang 2025, Program Desa Bangkit Sejahtera diimplementasikan di 20 desa binaan yang tersebar di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Program tersebut menyasar kelompok petani dan pelaku usaha desa melalui pola pendampingan terpadu guna mendorong peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, serta kemandirian ekonomi masyarakat.

Berbagai komoditas lokal potensial menjadi fokus pengembangan, antara lain jagung, bawang merah, padi, wortel, nilam, ikan nila, ayam kampung unggul, hingga rumput laut.

Sebelum program berjalan, sebagian besar komoditas tersebut masih dibudidayakan dengan bibit lokal dan teknik konvensional, sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen belum optimal.

Melalui Program Desa Bangkit Sejahtera, LAZ Hadji Kalla melakukan penguatan budidaya dengan menerapkan teknik Good Agricultural Practices (GAP), mengganti bibit lokal dengan bibit unggul, serta menyalurkan bantuan sarana produksi berupa pupuk dan obat pengendali hama.

Seluruh proses tersebut disertai dengan pelatihan dan pendampingan intensif kepada kelompok tani binaan, mulai dari tahap persiapan lahan, proses tanam, perawatan, hingga panen dan pascapanen.

Hasil implementasi program menunjukkan capaian yang signifikan. Kuantitas dan kualitas hasil panen meningkat secara nyata, bahkan pada sejumlah komoditas melampaui target awal.

Rata-rata peningkatan hasil panen tercatat mencapai 2–3 ton atau sekitar 60 persen dibandingkan kondisi awal (baseline) sebelum program dijalankan.