“Saat ini kami sudah ada beberapa cabang, dan untuk cabang Alauddin ini terbuka untuk umum. Posisi kami kan di depan dan di samping showroom, jadi akses customernya juga bebas dari depan, tapi memang akan ada fungsi tambahan dari showroom untuk customernya bisa lebih gampang masuk karena kita juga open akses ke sebelah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sahfwan menjelaskan pemilihan kawasan Alauddin didasarkan pada faktor strategis, mulai dari tingginya arus lalu lintas, kedekatan dengan kawasan pendidikan, hingga akses menuju fasilitas kesehatan.

Dengan demikian, jaringan outlet Backhouse kini membentuk pola distribusi layanan berbentuk segitiga di Makassar.

“Outlet kami ada di Urip yakni di Nipah, CPI dan sekarang ada di Alauddin. Jadi bentuknya segi tiga gitu, ada untuk yang mengarah ke Maros dan ada yang mengarah ke Gowa,” bebernya.

Dari sisi produk, Backhouse menghadirkan beragam varian pastry berupa roti dan cake dengan menu yang tidak ditemukan di outlet lain.

Untuk minuman, Backhouse menggunakan kopi lokal asal Toraja sebagai bagian dari komitmen mendukung produk daerah.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp40 ribu, dengan salah satu produk unggulan berupa blueberry cream cheese.

Sementara itu, West Region General Manager Kalla Toyota, Andika Susanto, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Ia menilai kerja sama dengan Backhouse sebagai langkah strategis, mengingat brand tersebut merupakan produk lokal Sulawesi Selatan yang berkembang pesat sejak berdiri pada 2023.

“Kami merespon baik kerja sama dengan Backhouse. Respon positif ini kami mantap bekerja sama,” ucap Andika dalam sambutannya.

Menurutnya, tidak mudah menemukan mitra yang mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus pengalaman menyeluruh bagi pelanggan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah, baik bagi konsumen Kalla Toyota maupun masyarakat umum. (Farez)

YouTube player