RAKYAT.NEWS, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar memulai langkah strategis dalam menata ulang Unit Usaha Jasa Tenaga Kerja (TK) Bagasi di Pelabuhan Makassar.

Program ini dilakukan untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, serta profesionalisme pelayanan terminal penumpang dengan pendekatan humanis yang mengedepankan prinsip “Melayani dengan Sepenuh Hati.”

Upaya penataan ini menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam memastikan standar pelayanan kepelabuhanan berjalan optimal sesuai regulasi dan standar modern yang berlaku baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menegaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan aktivitas operasional di terminal penumpang berjalan lebih tertib dan terukur.

“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan juga objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Jon Kenedi, Jumat (28/11).

Ia juga menekankan bahwa sinergi KSOP dan Pelindo menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tambahnya.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menyampaikan bahwa penataan ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memberikan arah pengelolaan yang lebih sistematis serta sesuai standar perusahaan.

“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit ‘Melayani dengan Sepenuh Hati’. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.

Abdul Azis menambahkan bahwa melalui penataan ini, Pelindo ingin memastikan seluruh tenaga kerja memiliki identitas resmi, alur kerja yang jelas, serta pengawasan yang lebih baik.

“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” katanya.

Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa penataan akan mencakup pendataan ulang tenaga kerja, penyusunan SOP, keseragaman atribut petugas, serta pengawasan bersama KSOP.

“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama dengan KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Yusida menegaskan bahwa seluruh proses dilaksanakan dengan pendekatan persuasif.

“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari agenda transformasi pelayanan publik berbasis profesionalisme, ketertiban, serta modernisasi sistem layanan kepelabuhanan. (*)

YouTube player